Tut Wuri Efisiensi, BEM Seluruh Indonesia: Tidak Ada Generasi Emas, Anggaran Pendidikan Dipangkas

By Admin 2 - Sabtu, 15 Februari 2025 05:33 WIB | 0 Views

13 Februari 2025 menjadi hari yang kelam bagi Pendidikan Indonesia. Seluruh mahasiswa menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja pemerintah terkait efisiensi anggaran yang menimpa sektor pendidikan. Pasca dikeluarkannya pengumuman Inpres (Instruksi Presiden) nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi belanja negara dan daerah, banyak rakyat yang mengecam perihal biaya yang dipangkas setidaknya hampir 50% untuk sektor ini.

Misalnya saja beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah) yang hanya diterima di angka Rp 1,3 M. Tentu angka ini dirasa tidak bisa untuk memenuhi seluruh kebutuhan biaya studi mahasiswa baik yang sedang berjualan atau yang akan masuk di Angkatan 2025.

Kebijakan ini kan memberikan kerugian yang sangat besar bagi mahasiswa generasi penerus, 663 ribu dari 844 ribunya akan sulit melanjutkan kuliah jika tidak disokong dengan KIP-K.

Rapat yang dilakukan ketiga kementrian pendidikan bersama komisi X DPR RI juga mendapat respon kecewa dari para anggota.

Mereka sepakat untuk tidak memberikan lampu hijau jika ada pemotongan anggaran untuk pendidikan rakyat Indonesia.

Anggaran beasiswa masuk ke dalam bantuan sosial, dimana hasil yang dilihat kemarin berbanding terbalik dengan asta cita Prabowo-Gibran yang keempat.

Tagar #tutwuriefisiensi, #indonesiagelap, #daruratpendidikan, dan #savekipkuliah merajalela di social media.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) selaku koordinator jejaring mahasiswa menyatakan kemarahannya dengan membeberkan 12 tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk kemirisan dengan keadaan Pendidikan saat ini.

“Biaya Pendidikan pasti naik, kualitas fasilitas pasti menurun, pekerja kampus pasti melarat, mahasiswa tenaga kerja murah, anak buruh dan tani tidak bisa kuliah.”, ujar akun Instagram @storyrakyat (13/2).

Keresahan juga disampaikan oleh Okky Madasari, sastrawan Indonesia, dalam puisinya yang berjudul Engkau Mahasiswa Berbahaya, dalam aksi bersama Pekerja Fisipol dan serikat Pekerja kampus di Balairung UGM 12 Februari lalu.

“Jika tak kau temukan dosen-dosenmu ruang kuliah hari ini, carilah mereka di jalanan barusan massa demonstrasi bersama ibu-ibu yang kehabisan gas an pegawai honorer yang kena PHK diantara ASN-ASN yang menggadaikan SK dan guru-guru yang menolak membisu.”

Situasi ini mengingatkan pada rezim orde baru Soeharto yang tergambarkan oleh Suara Ibu Peduli (SIP) turun ke jalan melawan keegoisan pemerintah saat itu. (metrojambi.com/daariin)

Banner

Berita Terkait

Berita Populer
Terbaru
Nasional

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Pengunjung

Berita Terbaru

31/03/2025 22:39 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Sambut Kapolri dan Panglima TNI pada Kunjungan di Provinsi Lampung

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

21/03/2025 19:01 WIB

Gubernur Lampung Ajak Sektor Jasa Keuangan Bersinergi Dorong Ekonomi Daerah

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Ketua TP. PKK Provinsi…

21/03/2025 18:58 WIB

Gubernur Lampung Lantik Drs. M. Firsada sebagai Pj. Sekdaprov Lampung

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melantik dan mengambil sumpah janji…

21/03/2025 18:55 WIB

Wagub Jihan Nurlela dan Wamendes PDT RI Panen Raya Jagung di Pesawaran, Dorong Inovasi Teknologi Pertanian untuk Kemandirian Pangan

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mendampingi Wakil Menteri Desa Pembangunan…

21/03/2025 18:52 WIB

Bunda Paud, Bunda Literasi, Duta Baca dan Kepengurusan Dekranasda Resmi Dikukuhkan, Kolaborasi Wujudkan Lampung Maju

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan Purnama Wulansari Mirza sebagai…

21/03/2025 18:49 WIB

Wagub Jihan Nurlela Buka Pasar Murah “Ramadan Berkah Kejaksaan Untuk Masyarakat”

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka pasar murah “Ramadan Berkah…