Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat adanya kenaikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi ini sebesar 1,91 persen pada Februari 2025 dari bulan ke bulan.
“Nilai Tukar Petani Lampung di Februari 2025 sebesar 134,59, naik 1,91 persen dari sebelumnya di Januari sebesar 132,07,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Ilham Salam berdasarkan keterangannya secara daring di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan NTP di Provinsi Lampung tersebut lebih tinggi dari NTP secara nasional yang nilainya sebesar 123,45.
“Bila dilihat berdasarkan subsektor, tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan 4,23 persen dari 175,23 di Januari menjadi 182,64 di Februari. Subsektor peternakan naik 0,20 persen dari 100,56 di Januari menjadi 100,76 di Februari,” katanya pula.
Kemudian subsektor perikanan tangkap naik 1,46 persen dari 112,75 di Januari menjadi 114,40 di Februari. Sedangkan subsektor tanaman pangan mengalami penurunan 0,12 persen, hortikultura 3,92 persen, perikanan budi daya 0,12 persen.
“Sedangkan perkembangan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di Lampung pada Februari naik 1,21 persen dari bulan ke bulan, yaitu dari 134,29 di Januari menjadi 135,91 di Februari,” ujar dia lagi.
Menurut dia, bila berdasarkan subsektor NTUP tanaman perkebunan rakyat meningkat 3,30 persen dari 176,01 di Januari menjadi 181,82 di Februari, NTUP peternakan naik 0,08 persen dari 103,11 di Januari menjadi 103,19 di Februari, NTUP perikanan tangkap naik 1,13 persen dari 115,13 di Januari menjadi 116,43 di Februari.
“Sedangkan subsektor yang NTUP mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan sebesar 0,78 persen, hortikultura 4,51 persen, perikanan budi daya 0,77 persen,” katanya pula. (antaranews/ruth)