Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) resmi dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Barat.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Save The Children Indonesia dan tujuh Mitra Pelaksana Lokal di seluruh Indonesia, termasuk Guru Belajar Foundation sebagai mitra pelaksana di wilayah Pesisir Barat.
KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak prasekolah dan sekolah dasar, sejalan dengan upaya mencapai keterampilan dasar yang lebih baik. Program ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.
Sebagai langkah awal, tim KREASI melakukan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Pesisir Barat pada Senin (3/2) dan Selasa (4/2).
Jon Edward, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, menyambut positif kedatangan tim KREASI dan menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Kami siap mendukung dan terlibat aktif dalam proses ini. Koordinasi dengan Kemenag dan Disdik siap kami bantu. Libatkan kami dalam setiap tahapannya,” tegas Jon.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas berbasis data, seperti yang tertuang dalam Rapor Pendidikan 2024.
Dukungan serupa disampaikan oleh Erik Putra, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat. Erik mengapresiasi kehadiran Guru Belajar Foundation yang turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk semua mitra yang berkomitmen terhadap kemajuan pendidikan di Pesisir Barat. Masih banyak tantangan terkait inklusi, isu sosial, dan rendahnya literasi yang perlu kita atasi bersama,” ujar Erik.
Erik juga menekankan pentingnya pengaktifan Satuan Tugas Perlindungan Anak di setiap sekolah untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal.
Selama empat tahun ke depan, tim KREASI akan mendampingi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah/madrasah, hingga guru PAUD/RA dan SD/MI kelas 1-3. Pendampingan ini bertujuan untuk mendorong kebijakan dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan anak.
Program ini juga mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), serta memasukkan isu perubahan iklim dan mitigasi bencana sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.
Sari Pratiwi, Program Manager KREASI di Pesisir Barat dari Guru Belajar Foundation, menyoroti kerentanan anak-anak di wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
“Kondisi geografis Pesisir Barat yang berada di kawasan pantai dan menjadi destinasi wisata membawa tantangan tersendiri. Anak-anak berada dalam situasi rentan, namun mereka juga adalah harapan untuk menghadapi isu-isu lingkungan di masa depan,” jelas Sari.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pembelajaran akan difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi melalui metode pembelajaran yang kontekstual. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan dan Kemenag, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program KREASI di Kabupaten Pesisir Barat akan secara resmi diluncurkan pada 25 Februari mendatang dalam format hybrid, menggabungkan kegiatan daring dan luring. (radarlampung/anggri)