Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan perkembangan signifikan dan menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah negara dan lembaga internasional menyatakan minatnya untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan IKN yang berada di Kalimantan Timur ini. Menyusul dukungan Turkiye yang akan menerjunkan perusahaan-perusahaan konstruksi dalam pembangunan infrastruktur IKN. Bahkan, sejumlah mitra internasional lainnya telah lebih dulu menyatakan dukungannya dengan berkunjung ke IKN.
Mereka ingin melihat kemajuan pembangunan IKN, setelah pemberian grant atau hibah untuk reforestasi dan keberlanjutan. Mereka adalah Inggris, Australia, Belanda, Norwegia, Finlandia, Jerman, Australia, Jepang, Singapura, Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan Islamic Development Bank (IsDB) serta Tony Blair Institute. Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Aguilera Aranda menyatakan akan mengajak para pengusaha untuk bertemu dan membahas peluang investasi di IKN. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, usai seremoni penanaman 100 pohon di Miniatur Hutan Tropis, IKN, Jumat (14/2/2025). “Kerja sama dengan Spanyol dalam pembangunan jembatan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan dilanjutkan dengan investor lainnya di IKN. Hal serupa juga datang dari Belanda dan negara lainnya,” tutur Basuki.
Basuki menegaskan, sejak IKN dibangun tahun 2022, banyak mendapat dukungan terutama tentang panduan pembangunan smart city dari ADB, Australia, dan Inggris. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor Lester, dan ASEAN Marc Gerritsen mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan IKN. Dia memandang pembangunan IKN sebagai rencana yang sangat ambisius, dan telah mulai direalisasikan. “Dalam 3 tahun terakhir, saya pikir itu sangat menarik. Apa yang telah dilakukan Otorita IKN,” imbuhnya. Ia juga memuji konsep IKN sebagai kota hutan hijau yang menekankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pemerintah telah merencanakan transportasi dan mobilitas ramah lingkungan, dan ruang-ruang publik yang memungkinkan warganya bekerja, hidup, dan berinteraksi dengan baik. “Jika Anda membuat kota itu berwarna hijau, kota masa depan, di mana orang ingin datang. Jadi membuatnya hijau adalah kunci keberhasilan,” ucap Marc
Investasi Perbankan
Dukungan tak hanya diberikan dunia internasional, juga domestik yang ditunjukkan oleh komitmen perbankan Nasional untuk segera menggelontorkan investasinya melalui pembangunan kantor dan layanan perbankan di Financial Center IKN. Enam bank Nasional dan Daerah akan memulai pembangunan layanan sektor perbankan usai perhelatan Lebaran 2025 ini.
Keenam bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Bankaltimtara, dan PT Bank Central Asia Tbk atau BCA. Basuki mengungkapkan, target operasional keenam bank tersebut adalah Semester I-2026.
Untuk mendukung pembangunan layanan sektor perbankan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran merealisasikan infrastruktur dasar. Di antaranya jalan yang dilengkapi Multi Utility Tunnel (MUT), jaringan air, listrik, internet, telekomunikasi, dan sebagainya.
“Kemarin anggaran sudah disetujui, tidak diblokir, senilai Rp 4,2 triliun untuk infrastruktur yang melewati kawasan investasi yang sudah groundbreaking. Jadi terima kasih semuanya mudah-mudahan sesuai rencana kita akan sama-sama membangun IKN,” ucap Basuki. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono juga menyampaikan apresiasinya kepada para bank pelopor. “Peran bank akan sangat penting. Terima kasih telah menjadi pionir di area perbankan atau yang kita sebut sebagai Area Pusat Finansial Pelopor di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dapat terwujud pada tahun 2026,” tuntas Agung. (CNN/admin)