Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Desa SukaBanjar, Gedongtataan, Pesawaran Kamis, 30 Januari 2025. Klinik tersebut untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat khususnya para mustahik.
Poin Penting:
- Baznas sudah mendirikan 30 Rumah Sehat Baznas di Indonesia
- Klinik pratama rawat jalan yang menyediakan 1 perawat, 1 dokter, 1 bidan, serta 1 unit ambulans
- Tidak ada kasir, hanya celengan untuk pasien yang ingin menyumbang seikhlasnya
Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad mengungkapkan, hingga kini, terdapat 30 Rumah Sehat Baznas di seluruh Indonesia,. Sebanyak 23 RSB sudah berjalan dan beroperasi, dan 7 RSB lainnya dalam proses launching.
Sampai Januari 2025, total sebanyak 362.690 jiwa lebih telah menerima manfaat dari layanan kesehatan Rumah Sehat Baznas di seluruh Indonesia yang telah beroperasi.
Kehadiran RSB itu dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dari Baznas dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat mustahik.
“Dengan adanya RSB Kabupaten Pesawaran ini, kami ingin agar mustahik dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” ungkapnya.
Noor Achmad menambahkan, semua RSB hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, di antaranya pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, skrining kesehatan, khitanan massal, hingga operasi katarak.
“Siapa pun yang memenuhi kriteria mustahik, akan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya,” kata dia.
Menambahkan, Ketua Baznas Pesawaran Ahmad Hamid menyampaikan, terwujudnya RSB adalah hasil dari kerja sama antara Baznas dan pemerintah kabupaten. Hal itu menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat miskin guna memberikan layanan gratis kepada seluruh masyarakat.
Klinik Rawat Jalan
Sementara ini, RSB itu baru beroperasi sebagai klinik pratama rawat jalan. Pihaknya sudah menyediakan 1 perawat, 1 dokter, 1 bidan, serta 1 unit ambulans.
“Sekarang baru tahap satu, baru untuk layanan rawat jalan, ke depan rencananya akan menjadi rawat inap,” jelasnya.
Dia menegaskan, setiap mustahik akan mendapatkan pelayanan secara gratis alias tanpa pungutan biaya. Hal itu merupakan bentuk keseriusan Baznas dalam memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat.
“Tidak ada kasir di sini, hanya akan kami adakan celengan saja, untuk kalau ada mau memberikan kontribusi seikhlasnya,” tambahnya. (lampost/admin)