Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Lampung menggelar pertemuan dengan pimpinan instansi vertikal se-Provinsi Lampung untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan penanganan stunting melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) ini menjadi momentum publikasi transformasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Dr Munawar Ibrahim S.Kp MPH selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung di Bandarlampung, Jumat, menyampaikan adanya lima Quick Win Kemendukbangga/BKKBN yang salah satunya mencakup urgensi penanganan stunting di Lampung.
Data Verifikasi dan Validasi Keluarga Beresiko Stunting (Verval KRS) Tahun 2024 menunjukkan bahwa terdapat 215.819 keluarga berisiko stunting di Lampung. Sebanyak 31.494 keluarga diantaranya menjadi sasaran utama program Genting di Lampung.
Menyikapi kondisi tersebut, pimpinan instansi vertikal di Provinsi Lampung yang hadir pada kegiatan ini menyampaikan kesiapan untuk menyukseskan Program Genting di Provinsi Lampung dan antusias menjadi orangtua asuh (OTA).
Sebagai tindak lanjut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung segera mengagendakan pertemuan yang lebih intens dengan masing-masing instansi vertikal untuk membahas orangtua asuh. (antaranews/emir)